Saudaraku
Saudaraku, Sesungguhnya hidup ini adalah sebuah perjalanan yang panjang dan teramat panjang apabila kita telah sampai pada sebuah keputusan yang tak dapat ditawar lagi. Sebagai manusia hendaknya kita menyadari dimana sebenarnya kita meletakkan asas dasar kehidupan. Hidup yang hanya sekali didunia ini ternyata teramat singkat jika hanya kita isi dengan hura-hura. Sementara manfaat dari hura-hura itu hanya sekejap yang dirasakan, bahkan mungkin tidak membawa manfaat bahkan arti yang sebenarnya. Banyak waktu kita terbuang percuma hanya karena kita tidak dapat mengetahui betapa waktu itu terus memotong kita yang terlena oleh kehidupan dunia. Saudaraku, Masa telah berlalu dipenghujung hayat ini, jika kita merenung kembali betapa segalanya ternyata dapat diprogram oleh akal pikiran kita yang semakin hari semakin dewasa dalam memandang sesuatu, sesuatu yang sudah terjadi biarlah terjadi itu masa lalu, yang terpenting sekarang, saat ini bagaimana kita mengembalikan kepercayaan diri kita yang mungkin dengan masa lalu yang kelam. Tidak usah menyesali yang terjadi karena itu tidak akan kembali lagi. Pepatah mengatakan "Air dipancuran tidak akan pernah memancar keatas, karena gaya gravitasi bumi yang begitu kuat". Hanya saat ini bagaimana menjernihkan air yang telah jatuh tadi sehingga dapat dimanfaatkan kembali syukur-syukur bisa dimanfaatkan orang banyak. Saudaraku, Tidak ada kata terlambat untuk bangkit dari keterpurukan, karena keterpurukan tidak selamanya membawa keburukan sebab dibalik itu semua tersimpan hikmah yang teramat besar yang memang akal kita diperintahkan untuk menterjemahkan kejadian tersebut. Contoh kejadian alam yang baru-baru ini menimpa Aceh, Sumatera Utara dan lainnya mungkin ini fakta yang paling kongkrit yang ditujukan untuk kita yang saat ini masih sangat bisa menikmati hidup dengan akal pikiran yang sehat. Jika kita lihat betapa waktu yang begitu singkat mampu meluluh lantakkan sampai ribuan nyawa tidak terselamatkan. Betapa hebatnya kita, betapa kuatnya kita, jika saat ini tidak tampak hikmah dalam diri kita amatlah sangat merugi kita. Jadi hikmah yang paling jelas adalah sampai saat ini kita masih dapat berpikir dengan akal sehat, sehingga mampu menterjemahkan kejadian alam tersebut. Saudaraku, Benar juga akhirnya kita sependapat dengan pepatah "Tidak ada kata terlambat" Syukurlah kita yang pada saat ini masih mendapat nikmat yang teramat sangat, sehingga dapat membantu para korban, walaupun hanya sekelumit do'a yang terucap dalam diri yang sadar betapa para korban pun sebenarnya tidak ingin kejadian tersebut, tapi apa mau dikata kekuasaan adalah bukan milik kita, kita hanya berencana yang ternyata rencana itu adalah niat dan niat dapat diaplikasikan bila sesuatu berjalan dari izin-Nya. Dari itu berencanalah yang baik-baik (positif), agar bila terjadi sesuatu yang tidak mampu kita terjemahkan, bahwa kita sudah menanamkan niat yang baik dan tulus. |
